Creating Shared Value Nestlé di Bidang Pembangunan desa

Creating Shared Value Nestlé di Bidang Pembangunan desa

Mungkin beberapa perusahaan besar di bidang makanan atau produk kesehatan masih melakukan impor untuk mendapatkan bahan baku. Namun hal ini tidak terjadi pada Nestlé. Melalui konsep Creating Shared Value atau menciptakan manfaat bersama yang diterapkan oleh Nestlé, justru para petani lokal memiliki peranan yang penting dalam pemasok bahan baku.

Di bidang pembangunan desa dan pengembangan masyarakat, Nestlé sepertinya ingin secara serius untuk terus memaksimalkan potensi sumber daya alam dan petani lokal untuk menciptakan produk-produk terbaik. Dengan begitu, semakin berkembangnya perusahaan juga secara tidak langsung memberikan kesempatan petani lokal juga terus berkembang. Berikut ini adalah beberapa program Nestlé di bidang pembangunan desa.

Program Pembangunan Desa dan Pengembangan Masyarakat oleh Nestlé

  1. Pengembangan Pertanian dan Pembangunan Pedesaan

Nestlé sudah sejak lama terus membantu para petani untuk menjadi pemasok bahan baku yang berkualitas dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kerja sama ini nantinya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat secara jangka panjang, khususnya di bidang produktivitas pertanian, standar kualitas hidup, dan pembangunan ekonomi.

Melalui kerja sama perusahaan dengan komunitas petani untuk memasok produk-produk pertanian, Nestlé telah mendapatkan bahan baku yang lebih baik dan menghasilkan produk yang berkualitas. Petani kopi dan peternak susu adalah pemasok yang paling penting karena dari mereka Nestlé mendapatkan bahan baku yang berkualitas.

Pengalaman Nestlé dalam berinteraksi dengan para peternak dan petani menunjukkan adanya mata rantai yang cukup panjang untuk menciptakan produk berkualitas prima. Tak ingin lepas tangan, Nestlé juga tidak pernah berhenti untuk memberikan bimbingan dan pelatihan untuk memastikan produk yang dihasilkan para petani memenuhi standar yang layak.

  1. Peningkatan Kualitas yang Saling Menguntungkan

Walaupun Nestlé tidak mempunyai lahan pertanian, namun perusahaan tetap berupaya dalam membantu para peternak susu mencapai standar yang lebih baik, meningkatkan pendapat, dan juga membantu praktik-praktik pertanian. Dengan begitu, kualitas yang dihasilkan bisa terus meningkat dan akan menguntungkan untuk kedua belah pihak, baik itu petani yang mendapat apresiasi lebih dan perusahaan yang mendapatkan bahan baku prima.

  1. Kemitraan Berkesinambungan antara Nestlé dan Petani Kopi di Lampung

Produksi NESCAFÉ di Indonesia dimulai pada tahun 1979 di Pabrik Panjang di Lampung. Kopi yang merupakan salah satu brand terbesar di dunia ini sudah memiliki banyak konsumen di seluruh dunia. Hal ini tidak terlepas dari kemitraan yang terjalin dengan baik antara perusahaan dan petani kopi di Lampung. Dengan bimbingan dan arahan terus-menerus, petani kopi ini mampu memproduksi biji kopi dengan rasa dan karakter yang kuat.

Program ini merupakan satu langkah awal yang baik untuk perkembangan ekonomi, khususnya masyarakat pedesaan yang akhir-akhir ini mengalami masalah pada penghasilan karena maraknya impor bahan baku. Padahal dengan binaan dan bimbingan yang tepat, produksi petani lokal pun juga bisa memiliki kualitas yang baik.